Dana lelang UP Warriorz mencapai Rs 3.75 crore, terbesar di antara lima tim, saat waralaba tersebut bersiap mengisi delapan tempat dalam skuad di Kochi pada 28 Oktober 2026.
Poin-Poin Utama
- Tiga dari delapan tempat kosong Warriorz tersedia bagi pemain luar negeri.
- Lelang ini diikuti 146 pemain yang bersaing untuk mendapatkan hingga 27 kontrak.
Lelang UP Warriorz berlangsung setelah perombakan skuad
Warriorz finis di posisi terbawah klasemen poin pada awal 2026 dan sejak itu telah melepas sejumlah pemain, termasuk Amy Jones, Deandra Dottin, dan Chloe Tryon.
Kelompok pemain yang dipertahankan mencakup kapten Meg Lanning, Phoebe Litchfield, Sophie Ecclestone, dan Deepti Sharma. Tim tersebut memiliki lima tempat yang harus diisi pemain India serta tiga slot pemain luar negeri.
| Item | Detail |
|---|---|
| UP Warriorz | Dana lelang Rs 3.75 crore |
| Gujarat Giants | Dana lelang Rs 1.25 crore |
| Royal Challengers Bengaluru | Dana lelang Rs 1.15 crore |
| Delhi Capitals | Dana lelang Rs 1.10 crore |
| Mumbai Indians | Dana lelang Rs 1 crore |
Anggaran dan pemain yang tersedia untuk tim lain
Gujarat Giants memiliki dana terbesar kedua, yakni Rs 1.25 crore, disusul Royal Challengers Bengaluru, Delhi Capitals, dan Mumbai Indians.
Kumpulan pemain lelang terdiri atas 119 pemain India dan 27 pemain luar negeri. Meskipun 146 pemain terdaftar, hanya 27 yang dapat menerima kontrak.
Baca Berita Lainnya
Penafian
Artikel FinanceVelix ini memberikan informasi umum, bukan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak yang dipersonalisasi. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi mengandung risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia saat artikel diterbitkan dan dapat berubah. Periksa informasi penting secara mandiri dan konsultasikan dengan profesional berkualifikasi bila diperlukan. Penyebutan aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan dukungan.





Komentar
Bersikaplah hormat. Dilarang mengirim spam, menyamar sebagai orang lain, atau membagikan kredensial pribadi. Postingan dan komentar biasa langsung muncul; tautan mencurigakan ditahan untuk ditinjau.
Tolong tunggu...