Saham Tech Mahindra turun 2,1% ke level terendah intraday Rs 1.751,25 di BSE pada 19 Oktober 2026, setelah reli 22% selama empat hari perdagangan. Pelemahan ini terjadi setelah kinerja laba kuartal kedua yang lebih kuat, sementara rekomendasi perusahaan sekuritas berkisar dari Netral hingga Beli ketika para analis menilai seberapa besar pertumbuhan dan perbaikan margin yang masih dapat dicapai perusahaan.
Inti Sari
- Saham terkoreksi setelah reli tajam, tetapi tetap berada di atas zona support Rs 1.690–1.700 yang diidentifikasi oleh SBI Securities.
- Laba bersih Q2 FY27 naik 32,7% secara tahunan, melampaui pertumbuhan pendapatan sebesar 15,6%.
- Manajemen mempertahankan target margin EBIT rata-rata FY27 sebesar 15%, sementara perusahaan sekuritas berbeda pandangan mengenai prospek saham.
Daftar Isi
- Saham Tech Mahindra: level teknikal yang menjadi fokus
- Pertumbuhan laba melampaui pendapatan pada Q2 FY27
- Perusahaan sekuritas berbeda pandangan soal pertumbuhan dan valuasi
- Kesimpulan
Saham Tech Mahindra: level teknikal yang menjadi fokus
Sudeep Shah, Wakil Presiden dan Kepala Riset Teknikal & Derivatif di SBI Securities, mengatakan bahwa saham tersebut telah menembus secara meyakinkan level swing high sebelumnya di Rs 1.687, yang tercatat pada 29 Juli.
Shah mengidentifikasi Rs 1.700–1.690 sebagai support terdekat dan mengatakan pergerakan naik dapat berlanjut selama saham bertahan di zona tersebut. Ia juga menunjuk pada kenaikan tajam indikator relative strength index dan MACD sebagai tanda momentum bullish yang membaik.
Level terendah intraday pada 19 Oktober masih berada di atas rentang support tersebut. Level-level itu merupakan penilaian teknikal bersyarat, bukan jaminan bahwa reli sebelumnya akan berlanjut.
| Perusahaan sekuritas | Detail |
|---|---|
| Nomura | Rekomendasi Netral; tidak memberikan target harga numerik. |
| Nuvama | Rekomendasi Beli; target harga Rs 1.950. |
| Choice Institutional Equities | Rekomendasi Tambah; target harga Rs 1.775. |
Pertumbuhan laba melampaui pendapatan pada Q2 FY27
Pengumuman hasil Q2 FY27 Tech Mahindra mencakup kuartal yang berakhir pada 30 September 2026. Laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik meningkat menjadi Rs 1.585,6 crore dari Rs 1.194,5 crore setahun sebelumnya, sedangkan pendapatan naik menjadi Rs 16.180,2 crore dari Rs 13.994,9 crore.
EBITDA meningkat 32,8% menjadi Rs 2.878,5 crore. Secara terpisah, perusahaan melaporkan margin EBIT sebesar 14,8%, naik sekitar 260 basis poin secara tahunan, yang menunjukkan bahwa laba operasional tumbuh lebih cepat daripada penjualan.
Perolehan kontrak baru mencapai $1,023 miliar, naik 25,4% dibandingkan setahun sebelumnya. Chief Executive Officer Mohit Joshi mengatakan perolehan kontrak telah melampaui $1 miliar pada masing-masing dari empat kuartal terakhir.
Manajemen mempertahankan target margin EBIT rata-rata sebesar 15% pada FY27. Target tersebut tetap merupakan panduan, dan berbeda dari margin yang dicapai pada kuartal tersebut. Manajemen menyebut peningkatan produktivitas berbasis AI, konversi kontrak dari skema time-and-material ke harga tetap, serta efisiensi melalui Project Fortius sebagai pendorong perbaikan lebih lanjut.
Perusahaan sekuritas berbeda pandangan soal pertumbuhan dan valuasi
Nomura mempertahankan rekomendasi Netral meskipun memperkirakan pertumbuhan di atas rekan-rekan seindustri pada FY27. Perusahaan sekuritas itu menyoroti peningkatan skala dua kontrak telekomunikasi besar yang dimenangkan pada paruh kedua FY26 serta pertumbuhan di lini bisnis lainnya. Fokusnya kini beralih ke strategi jangka panjang perusahaan dan kemampuannya memperluas pertumbuhan di berbagai industri.
Nuvama tetap lebih optimistis, dengan alasan bahwa perolehan kontrak besar yang berkelanjutan dapat membantu Tech Mahindra mengungguli perusahaan berkapitalisasi besar sejenis dalam hal pertumbuhan FY27. Proyeksi pertumbuhan laba tahunan majemuk sebesar 25% selama dua tahun ke depan merupakan estimasi perusahaan sekuritas, bukan panduan perusahaan.
Choice Institutional Equities mempertahankan rekomendasi Tambah. Perusahaan sekuritas itu menyoroti potensi peningkatan produktivitas dari perangkat AI dan optimalisasi tenaga kerja, serta mengatakan perusahaan berencana mulai mengungkapkan pendapatan AI pada paruh kedua FY27. Perbedaan rekomendasi ini menunjukkan bahwa kinerja laba yang dilaporkan lebih kuat belum menghasilkan penilaian yang seragam terhadap saham tersebut.
Kesimpulan
Pengungkapan terencana berikutnya yang perlu diperhatikan adalah pelaporan pendapatan AI pada paruh kedua FY27, sebagaimana dijelaskan oleh Choice Institutional Equities. Informasi tersebut akan memberikan detail lebih lanjut mengenai perkembangan perusahaan dalam mencapai target margin setahun penuh yang tidak berubah.
Baca Berita Lainnya
Penafian
Artikel FinanceVelix ini menyediakan informasi umum, bukan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan yang dipersonalisasi. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi mengandung risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia saat diterbitkan dan dapat berubah. Periksa informasi penting secara mandiri dan konsultasikan dengan profesional berkualifikasi bila diperlukan. Penyebutan suatu aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan dukungan.




