Proyek biogas terkompresi di Maharashtra membutuhkan tindakan terkoordinasi terkait kebijakan, pembiayaan, dan pasokan limbah, kata Bharat Petroleum Corporation Limited dalam lokakarya di Mumbai pada 22 Oktober 2026. Acara yang diselenggarakan bersama Kementerian Perminyakan dan Gas Alam serta pemerintah Maharashtra itu berfokus pada pemanfaatan residu pertanian, kotoran ternak, dan limbah organik perkotaan untuk menghasilkan energi terbarukan.
Intisari
- BPCL menyerukan koordinasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, petani, dan lembaga keuangan.
- Seorang pejabat kementerian mendesak Maharashtra menyelaraskan kebijakan, membentuk bank lahan, dan menilai ketersediaan bahan baku.
- Diskusi mencakup pembeli yang dapat diandalkan, harga yang stabil, perizinan, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengembangkan proyek.
Daftar Isi
- Ekspansi biogas terkompresi bergantung pada kesiapan proyek
- Pasokan limbah dan pupuk kandang menghubungkan energi dengan pertanian
- Kondisi komersial tetap menjadi faktor utama dalam pelaksanaan
- Kesimpulan
Ekspansi biogas terkompresi bergantung pada kesiapan proyek
Lokakarya bertajuk “Waste to Wealth – Scaling GOBARdhan” mempertemukan berbagai persoalan kebijakan dan komersial yang perlu ditangani agar proyek dapat mulai beroperasi. BPCL menegaskan kembali perannya sebagai produsen, pembeli, dan fasilitator di sektor ini.
Vikas Singh, Direktur (GP) di Kementerian Perminyakan dan Gas Alam, mendesak Maharashtra menyelaraskan kebijakan negara bagiannya dengan inisiatif GOBARdhan, membentuk bank lahan, dan melakukan penilaian bahan baku secara terperinci. Hal-hal tersebut merupakan usulan untuk memfasilitasi pengembangan, bukan pengumuman tentang pengaturan yang telah rampung.
Peserta juga membahas Model State CBG Policy, SASCI 2026-27, serta kebijakan CBG Maharashtra dan persyaratan pelaksanaannya.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Penyerapan hasil | Jaminan pembelian hasil produksi pabrik diidentifikasi sebagai tantangan utama. |
| Harga | Peserta membahas perlunya harga yang stabil. |
| Perizinan | Penyederhanaan perizinan termasuk prioritas pelaksanaan. |
| Dukungan proyek | Pembiayaan dan infrastruktur pendukung juga menjadi agenda pembahasan. |
Pasokan limbah dan pupuk kandang menghubungkan energi dengan pertanian
Ketua sekaligus Direktur Pelaksana BPCL Sanjay Khanna mengatakan biogas terkompresi dapat menghubungkan produksi energi terbarukan dengan pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, dan mata pencaharian masyarakat pedesaan. Ia menyebut residu pertanian, kotoran ternak, lumpur tekan, dan limbah organik perkotaan sebagai bahan baku potensial.
Gambaran umum inisiatif GOBARdhan dari pemerintah menjelaskan konversi kotoran ternak dan limbah padat pertanian menjadi kompos, pupuk, biogas, dan bio-CNG. Kerangka tersebut menjelaskan penekanan lokakarya pada produksi bahan bakar maupun pemanfaatan produk samping organik.
Khanna menyoroti peran pupuk kandang dari pabrik CBG dalam meningkatkan kesuburan tanah. Tim penelitian dan pengembangan BPCL secara terpisah memaparkan pupuk organik fermentasi yang diperkaya serta potensinya dalam mendukung kesehatan tanah dan pertanian berkelanjutan.
Sekretaris Utama Maharashtra Rajesh Aggarwal menyerukan pemanfaatan limbah padat pertanian dan perkotaan secara efisien untuk mendukung pembangkitan energi dan pengelolaan limbah secara ilmiah.
Kondisi komersial tetap menjadi faktor utama dalam pelaksanaan
Diskusi tidak hanya terbatas pada identifikasi limbah yang tersedia. Peserta mengkaji berbagai kondisi yang dibutuhkan untuk membiayai, membangun, dan mengoperasikan proyek, termasuk permintaan yang dapat diandalkan atas hasil produksinya.
BPCL menekankan kolaborasi antara lembaga pemerintah, petani, koperasi, dan industri untuk menerjemahkan sasaran kebijakan menjadi fasilitas yang beroperasi. Bagi pengembang, agenda lokakarya mengaitkan akses terhadap bahan baku dan lahan dengan pengaturan komersial yang diperlukan untuk mempertahankan produksi.
Kesimpulan
Lokakarya tersebut memaparkan prioritas praktis untuk memperluas sektor CBG Maharashtra. Tindak lanjut atas usulan bank lahan, penilaian bahan baku, dan pengaturan komersial akan menjadi perkembangan berikutnya yang patut dicermati; laporan yang diberikan tidak mencantumkan jadwal pelaksanaan.
Baca Berita Lainnya
Penafian
Artikel FinanceVelix ini menyediakan informasi umum, bukan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau pajak yang disesuaikan untuk individu. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi memiliki risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia pada saat publikasi dan dapat berubah. Verifikasi informasi penting secara mandiri dan berkonsultasilah dengan profesional berkualifikasi bila diperlukan. Penyebutan aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan bentuk dukungan.




