Pendapatan Uniqlo India naik 44% secara tahunan menjadi Rs 1,724 crore pada tahun yang berakhir Maret 2026, sementara laba bersih meningkat 41% menjadi Rs 253 crore. Peritel pakaian asal Jepang itu berencana memperluas jaringan tokonya dan operasi digitalnya sembari membangun bisnis yang lebih besar dengan fokus pada pakaian dasar untuk sehari-hari dan pakaian fungsional.

Hal-hal Penting

  • Pendapatan telah meningkat lebih dari empat kali lipat sejak FY22, dan peritel tersebut mengoperasikan lebih dari 20 toko di India.
  • Pertumbuhan penjualan FY26 melampaui pertumbuhan sejumlah peritel pakaian mapan, meskipun skala dan format bisnis mereka berbeda.
  • Rencana ekspansi mencakup pasar baru maupun pasar yang sudah ada, disertai investasi pada aplikasi seluler dan ecommerce.

Daftar Isi

Pertumbuhan Uniqlo India lebih cepat daripada sejumlah peritel pakaian mapan

Hasil yang diungkapkan dalam dokumen yang disampaikan kepada Registrar of Companies menunjukkan ekspansi berlanjut tujuh tahun setelah Uniqlo memasuki India. Laba tumbuh sedikit lebih lambat daripada pendapatan, yang berarti kenaikan penjualan tidak menghasilkan peningkatan persentase laba yang sama besarnya.

Tingkat pertumbuhan Uniqlo berada di atas sejumlah peritel pakaian mapan. Namun, basis pendapatannya tetap lebih kecil dibandingkan bisnis Zara di India, Shoppers Stop, dan Aditya Birla Fashion and Retail.

Perbandingan ini juga mencakup model ritel yang berbeda. Zara berfokus pada respons cepat terhadap tren fesyen, sedangkan Uniqlo menekankan pakaian dasar serbaguna, fungsionalitas, dan pemakaian berulang. Pertumbuhan yang lebih cepat saja tidak membuktikan bahwa satu model sedang menggantikan model lainnya.

ItemRincian
Zara India, FY26Pendapatan turun 1,2% menjadi Rs 2,749 crore.
Shoppers Stop, FY26Pendapatan naik 9% menjadi Rs 5,043 crore.
Aditya Birla Fashion and Retail, FY26Pendapatan naik 11% menjadi Rs 8,177 crore.

Belanja yang mengutamakan kualitas memberi konteks, bukan bukti pendorong pertumbuhan

Riset konsumen fesyen Deloitte India pada Januari 2026 menggambarkan pergeseran menuju pembelian yang terencana dan berorientasi pada kualitas, alih-alih sekadar membeli lebih banyak pakaian. Temuan riset tersebut memberi konteks bagi positioning Uniqlo, tetapi tidak membuktikan penyebab kenaikan penjualan peritel itu pada FY26.

Riset Deloitte tentang fesyen premium yang terjangkau menemukan bahwa sebagian besar pembelian produk premium direncanakan berdasarkan diskon, periode perayaan, atau acara khusus. Konsumen mencari manfaat nyata dari pengeluaran yang lebih tinggi, termasuk daya tahan dan keterampilan pengerjaan, alih-alih menganggap harga yang lebih tinggi sebagai bukti nilai yang memadai.

Hampir 40% konsumen telah mencoba merek fesyen baru pada tahun sebelumnya, dengan rekomendasi tepercaya dan harga terjangkau yang mendukung eksperimen. Riset tersebut didasarkan pada survei nasional terhadap lebih dari 600 responden di kota metropolitan, kota tier-1, dan kota tier-2, serta dilengkapi analisis pasar dan industri.

Ekspansi toko dan digital tetap menjadi langkah berikutnya

Dalam dokumen yang disampaikan di India, Uniqlo menyatakan tetap yakin terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang pasar tersebut. Perusahaan berencana membuka toko di pasar yang sudah ada maupun yang belum digarap, sembari memperkuat keterlibatan pelanggan melalui aplikasi seluler dan operasi ecommerce.

Ekspansi di India merupakan bagian dari ambisi internasional Fast Retailing, perusahaan induknya, yang lebih luas. Grup tersebut mengidentifikasi Asia Tenggara, India, dan Australia sebagai wilayah dengan potensi pertumbuhan signifikan, dengan rencana menyesuaikan ragam produk, pemasaran, toko, dan operasi ecommerce dengan iklim tropis.

Hal-hal tersebut merupakan rencana ekspansi, bukan pembukaan toko yang telah terlaksana. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan jadwal atau target jumlah toko tambahan di India.

Kesimpulan

Uniqlo India menutup FY26 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat, meskipun basisnya masih lebih kecil daripada sejumlah pesaing mapan. Perkembangan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah rencana pembukaan toko dan ekspansi digital, yang belum disertai jadwal terperinci.

Baca Berita Lainnya

Berita FinanceVelix lainnya

Penafian

Artikel FinanceVelix ini memberikan informasi umum, bukan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak yang dipersonalisasi. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi mengandung risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia pada saat diterbitkan dan dapat berubah. Periksa informasi penting secara mandiri dan konsultasikan dengan profesional berkualifikasi bila diperlukan. Penyebutan aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan bentuk dukungan.