Penjualan perumahan India kemungkinan akan tetap tertekan pada tahun kalender 2026, dengan penjualan rumah mewah diperkirakan melandai dan persediaan di segmen tersebut berpotensi menumpuk, kata perusahaan pialang Nuvama. Prospek ini menyusul laporan penurunan volume penjualan pada September.
Poin-Poin Utama
- Nuvama melaporkan penurunan penjualan perumahan sebesar 3% secara tahunan pada September dan turun 17% dari Agustus.
- Di tujuh kota terbesar, volume penjualan turun 8% secara tahunan, sementara nilai penjualan turun 3%.
- Perusahaan pialang tersebut memperkirakan apresiasi harga perumahan akan melandai hingga paling tinggi di kisaran pertengahan satu digit pada 2026.
Penjualan perumahan India melemah pada September
Nuvama melaporkan penurunan penjualan secara tahunan sebesar 16% di Chennai, 9% di Pune, serta masing-masing 24% di Wilayah Metropolitan Mumbai dan Hyderabad. Wilayah Ibu Kota Nasional dan Bengaluru merupakan dua kota yang mencatat kenaikan serapan, masing-masing sebesar 3% hingga 6%.
Di tujuh kota terbesar, penurunan volume penjualan yang lebih tajam daripada nilai penjualan mengindikasikan pergeseran ke properti dengan harga lebih tinggi, kata Nuvama. Pasokan perumahan baru di kota-kota tersebut juga melambat, turun 14% secara tahunan dan 26% secara bulanan.
| Pos | Rincian |
|---|---|
| Penjualan perumahan September | Turun 3% secara tahunan dan 17% secara bulanan |
| Volume penjualan di tujuh kota terbesar | Turun 8% secara tahunan pada September |
| Nilai penjualan di tujuh kota terbesar | Turun 3% secara tahunan pada September |
| Pasokan perumahan baru di tujuh kota terbesar | Turun 14% secara tahunan dan 26% secara bulanan pada September |
| Nilai penjualan Q2 tahun fiskal 2026–27 | Naik 12% secara tahunan dan 6% secara kuartalan |
Prospek perumahan mewah dan keterjangkauan
Nuvama memperkirakan penjualan perumahan mewah akan melandai, yang berpotensi menyebabkan penumpukan persediaan. Perusahaan tersebut menyebut penurunan keterjangkauan, terbatasnya ketersediaan perumahan kelas menengah, serta lemahnya penciptaan lapangan kerja sebagai tekanan terhadap pasar.
Meskipun lemah pada September, nilai penjualan perumahan naik 12% secara tahunan dan 6% secara kuartalan pada kuartal kedua tahun fiskal 2026–27. Wilayah Ibu Kota Nasional memimpin kenaikan dengan pertumbuhan tahunan sebesar 34%, disusul kenaikan masing-masing 11% hingga 12% di Hyderabad dan Wilayah Metropolitan Mumbai.
Nuvama mengatakan harga telah melonjak di sebagian besar kota besar seiring kinerja yang baik dari segmen premium dan mewah. Perkiraannya bahwa apresiasi harga paling tinggi akan berada di kisaran pertengahan satu digit pada tahun kalender 2026 merupakan proyeksi, bukan hasil yang telah dilaporkan.
Baca Berita Lainnya
Penafian
Artikel FinanceVelix ini memberikan informasi umum, bukan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau pajak yang dipersonalisasi. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi mengandung risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia saat diterbitkan dan dapat berubah. Periksa informasi penting secara mandiri dan konsultasikan dengan profesional yang berkualifikasi jika diperlukan. Penyebutan aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan dukungan.





Komentar
Bersikaplah hormat. Dilarang mengirim spam, menyamar sebagai orang lain, atau membagikan kredensial pribadi. Postingan dan komentar biasa langsung muncul; tautan mencurigakan ditahan untuk ditinjau.
Tolong tunggu...