Pengelola dana kekayaan Norwegia, Norges Bank Investment Management, melaporkan kerugian akuntansi sebesar 278 miliar kroner ($29,7 miliar) pada kuartal ketiga, Kamis, 22 Oktober, karena kenaikan suku bunga melemahkan investasi obligasinya. Dana kekayaan negara senilai $2,3 triliun itu, yang terbesar di dunia, mencatat kenaikan moderat pada saham, tetapi imbal hasil negatif pada pendapatan tetap.
Poin-Poin Utama
- Investasi pendapatan tetap mencatat imbal hasil negatif 3,5%, yang menjadi faktor utama kerugian pada kuartal tersebut.
- Saham, yang mencakup 72% dari portofolio, mencatat imbal hasil 0,5%, dengan perbedaan tajam antarsektor.
- NBIM sebelumnya memaparkan rencana untuk mengurangi kepemilikan Treasury AS sebagai bagian dari pengurangan eksposur yang lebih luas terhadap utang pemerintah.
Daftar Isi
- Dana kekayaan Norwegia terdampak kenaikan imbal hasil obligasi
- Kenaikan kecil saham menutupi perbedaan antarsektor
- Kuartal ini menyusul laba rekor pada paruh pertama tahun
- Kesimpulan
Dana kekayaan Norwegia terdampak kenaikan imbal hasil obligasi
Portofolio obligasi menjadi faktor utama kemunduran tersebut. Pendapatan tetap mencakup sedikit lebih dari seperempat investasi dana itu, dengan kepemilikan 1.664 obligasi di 51 negara. Sekitar 70% portofolio tersebut dialokasikan ke obligasi pemerintah dan sisanya ke utang korporasi.
Imbal hasil obligasi pemerintah naik selama aksi jual global pada kuartal ketiga, ketika bank-bank sentral utama, termasuk Federal Reserve AS, mulai menaikkan suku bunga, sementara kekhawatiran mengenai inflasi dan utang pemerintah meningkat.
Wakil CEO Trond Grande menyebut imbal hasil keseluruhan dana itu sedikit negatif dan mendekati datar, serta mengaitkan hasil pendapatan tetap yang lebih lemah dengan kenaikan suku bunga.
Pada September, NBIM mengatakan ingin mengurangi kepemilikan Treasury AS sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk menurunkan alokasinya pada utang yang diterbitkan pemerintah. Pernyataan itu merupakan niat yang disampaikan, bukan konfirmasi bahwa pengurangan tersebut telah selesai dilakukan.
Kenaikan kecil saham menutupi perbedaan antarsektor
Saham mencakup 72% portofolio dana tersebut, tersebar di sekitar 7.100 perusahaan. Kepemilikannya mencakup saham Nvidia senilai $65,4 miliar, serta posisi di Apple, Alphabet, dan Microsoft.
Portofolio saham mencatat imbal hasil 0,5% selama kuartal tersebut. Grande mengatakan perusahaan energi mencatat kinerja terbaik, sementara perusahaan utilitas dan real estat yang sensitif terhadap suku bunga mengalami penurunan. Menurut NBIM, kenaikan harga minyak ketika perang AS-Iran berlanjut menopang saham energi. Dana tersebut memiliki saham Exxon Mobil, Shell, dan Chevron.
Indeks acuan saham AS juga mengakhiri kuartal dengan kinerja yang beragam: S&P 500 naik 2,03% dan Nasdaq Composite menguat 2,2%, sementara Dow Jones Industrial Average turun 1,9%.
Kuartal ini menyusul laba rekor pada paruh pertama tahun
Hasil terbaru ini berbeda dari imbal hasil dana sebesar 12,95% dan laba rekor hampir $185 miliar pada paruh pertama tahun ini. Pada musim panas, CEO Nicolai Tangen mengatakan investor sebaiknya tidak mengharapkan tingkat imbal hasil yang sama berlanjut.
Di luar saham dan obligasi, investasi real estat dana tersebut mencatat imbal hasil 0,4% pada kuartal ketiga, sementara infrastruktur energi terbarukan mencatat imbal hasil 7,5%. Norwegia mendirikan dana tersebut pada 1998 untuk menginvestasikan pendapatan minyak negara itu.
Kesimpulan
Kerugian pada kuartal ketiga menandai pembalikan dari kinerja kuat dana tersebut pada paruh pertama tahun, dengan pelemahan pasar obligasi mengimbangi kenaikan moderat saham serta imbal hasil positif dari real estat dan infrastruktur energi terbarukan.
Baca Berita Lainnya
Penafian
Artikel FinanceVelix ini menyediakan informasi umum, bukan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak yang dipersonalisasi. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi memiliki risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia pada saat publikasi dan dapat berubah. Periksa sendiri informasi penting dan konsultasikan dengan profesional berkualifikasi bila diperlukan. Penyebutan suatu aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan dukungan.




