Hasil uji klinis Antengene yang diumumkan pada 26 Oktober 2026 menunjukkan respons tumor dalam studi terhadap dua pengobatan kanker eksperimental yang dipresentasikan di Kongres European Society for Medical Oncology. ATG-022 menghasilkan tingkat respons objektif sebesar 46,7% pada kohort kanker lambung yang dapat dievaluasi, sementara ATG-037 yang dikombinasikan dengan pembrolizumab mencapai tingkat respons 21,7% pada pasien dengan melanoma resistan terhadap inhibitor checkpoint yang dapat dievaluasi. Temuan ini mendukung pengembangan lebih lanjut, tetapi tidak membuktikan keunggulan dibandingkan pengobatan yang sudah ada.
Poin-Poin Utama
- Kohort Fase II ATG-022 yang disorot memiliki median kelangsungan hidup bebas progresi selama 5,6 bulan; median kelangsungan hidup keseluruhan belum tercapai.
- ATG-037 plus pembrolizumab menghasilkan lima respons dari 23 pasien melanoma yang dapat dievaluasi, termasuk satu respons lengkap.
- China telah mengizinkan uji klinis pivotal CLINCH-3 untuk ATG-022, dengan dosis 1,8 mg/kg direkomendasikan sebagai dosis studi.
Daftar Isi
- Hasil uji klinis Antengene menyoroti respons dan keamanan ATG-022
- Kombinasi ATG-037 menunjukkan aktivitas pada melanoma resistan
- Pengujian pivotal menjadi langkah berikutnya bagi ATG-022
- Kesimpulan
Hasil uji klinis Antengene menyoroti respons dan keamanan ATG-022
Pembaruan klinis Antengene di ESMO 2026 memaparkan hasil dari CLINCH, studi Fase I/II atas konjugat antibodi-obat ATG-022 yang menargetkan Claudin 18.2. Ekspansi Fase II tersebut merekrut pasien dengan adenokarsinoma lambung atau sambungan gastroesofageal stadium lanjut, yang tumornya dinyatakan positif CLDN18.2.
Hingga 12 Oktober 2026, ekspansi tersebut telah memberikan pengobatan kepada 82 pasien di Australia dan China. Presentasi berfokus pada kohort 1,8 mg/kg, yang mencakup 31 pasien, dengan 30 di antaranya dapat dievaluasi untuk efikasi. Tingkat respons objektif adalah 46,7%, sedangkan tingkat pengendalian penyakit, yang juga mencakup penyakit stabil, mencapai 86,7%.
Median kelangsungan hidup bebas progresi adalah 5,6 bulan. Median kelangsungan hidup keseluruhan belum tercapai setelah median tindak lanjut selama 17,4 bulan, sementara estimasi kelangsungan hidup pada 18 bulan adalah 54,8% dalam populasi niat-untuk-mengobati. Median yang belum tercapai berarti data kelangsungan hidup masih belum lengkap, bukan berarti keunggulan kelangsungan hidup dibandingkan pengobatan lain telah terbukti.
Kejadian merugikan terkait pengobatan dengan tingkat keparahan Grade 3 atau lebih tinggi terjadi pada 25,8% kohort. Kejadian merugikan serius terkait pengobatan dialami oleh 12,9%, dan persentase yang sama mengalami penghentian sementara pengobatan akibat kejadian terkait pengobatan.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Presentasi ATG-022 | Poster 2886P, dipresentasikan pada 25 Oktober 2026. |
| Kriteria kelayakan ekspansi ATG-022 | Tumor positif CLDN18.2, didefinisikan sebagai IHC 1+ pada setidaknya 1% sel. |
| Presentasi ATG-037 | Poster 2087P, dipresentasikan pada 24 Oktober 2026. |
| Pemberian dosis STAMINA-01 | ATG-037 sebanyak 60–600 mg dua kali sehari, dengan pembrolizumab 200 mg setiap tiga minggu. |
Kombinasi ATG-037 menunjukkan aktivitas pada melanoma resistan
Pembaruan Fase Ib/II STAMINA-01 mengevaluasi inhibitor CD73 oral ATG-037 bersama pembrolizumab pada melanoma yang telah resistan terhadap pengobatan inhibitor checkpoint. Hingga batas data 28 April 2026, 25 pasien telah menerima kombinasi tersebut.
Di antara 23 pasien yang dapat dievaluasi, peneliti mencatat satu respons lengkap dan empat respons parsial, sehingga tingkat respons objektif mencapai 21,7%. Pengendalian penyakit mencapai 95,6%. Dalam subkelompok dengan ekspresi CD73 tinggi pada sel tumor atau sel imun, empat dari 12 pasien merespons, atau 33,3%.
Median kelangsungan hidup bebas progresi adalah 4,4 bulan, dengan interval kepercayaan 95% sebesar 3,7 hingga 11,9 bulan. Median durasi respons belum tercapai, dan satu pasien dengan melanoma kutaneus mengalami respons lengkap berkelanjutan selama lebih dari 167 minggu.
Kejadian merugikan terkait pengobatan terjadi pada 52% pasien. Satu pasien, atau 4%, mengalami kejadian terkait pengobatan Grade 3, yaitu diare. Kejadian terkait pengobatan yang paling umum pada semua tingkat keparahan adalah diare, ruam, dan gatal-gatal.
Pengujian pivotal menjadi langkah berikutnya bagi ATG-022
Antengene mengatakan bahwa National Medical Products Administration China telah memberikan persetujuan obat baru investigasional untuk CLINCH-3, uji klinis Fase III pivotal ATG-022. Dosis yang direkomendasikan adalah 1,8 mg/kg. Izin untuk melaksanakan studi berbeda dari persetujuan untuk memasarkan obat.
Perusahaan juga sedang menjalankan CLINCH-2, yang mengevaluasi ATG-022 bersama kemoterapi standar dan antibodi anti-PD-1 sebagai pengobatan lini pertama untuk penyakit positif CLDN18.2.
Kohort yang dipresentasikan berukuran kecil, dan hasil yang diungkapkan tidak mencakup perbandingan dengan kelompok kontrol. Kedua program tersebut juga melibatkan kanker, kombinasi pengobatan, dan populasi pasien yang berbeda, sehingga tingkat responsnya tidak boleh ditafsirkan sebagai perbandingan langsung.
Kesimpulan
Hasil uji klinis Antengene menambah data efikasi dan keamanan untuk dua program onkologi investigasional. Tonggak pengembangan berikutnya adalah kemajuan pengujian pivotal CLINCH-3 dan hasil kombinasi CLINCH-2 lebih lanjut, yang menurut Antengene akan dipresentasikan di kongres ilmiah internasional mendatang.
Baca Berita Lainnya
Penyangkalan
Artikel FinanceVelix ini menyediakan informasi umum, bukan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak yang dipersonalisasi. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi mengandung risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia saat diterbitkan dan dapat berubah. Periksa informasi penting secara mandiri dan konsultasikan dengan profesional berkualifikasi bila diperlukan. Penyebutan aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan dukungan.




