KomunitasMasuk

Bagikan

Saham dan reksa dana

Definisi

Volatilitas mengukur seberapa lebar imbal hasil suatu aset berayun di sekitar rata-ratanya dalam suatu periode, biasanya dinyatakan sebagai standar deviasi imbal hasil yang disetahunkan.

Cara kerja

Untuk menghitung volatilitas historis, ambil serangkaian imbal hasil, misalnya perubahan persentase harian, lalu hitung standar deviasinya, yaitu statistik yang menunjukkan seberapa jauh nilai-nilai biasanya menyebar dari rata-ratanya. Hasilnya kemudian disetahunkan: standar deviasi harian × √252 untuk saham, yang diperdagangkan sekitar 252 hari dalam setahun, atau × √365 untuk kripto, yang diperdagangkan setiap hari. Setiap penyedia memakai periode dan frekuensi data yang berbeda, sehingga angka yang dipublikasikan bisa bervariasi.

Volatilitas historis menggambarkan apa yang sudah terjadi. Volatilitas tersirat (implied volatility) diturunkan dari harga opsi dan mencerminkan seberapa besar pergerakan yang diperkirakan pasar di masa depan. Trader memakai volatilitas untuk membandingkan aset, menentukan ukuran posisi agar pergerakan normal tetap dalam batas risiko mereka, dan menetapkan jarak stop yang kecil kemungkinannya terpicu oleh fluktuasi sehari-hari.

Volatilitas tidak menunjukkan arah apa pun: kenaikan yang stabil dan penurunan tajam bisa menghasilkan angka yang mirip. Volatilitas juga berubah dari waktu ke waktu, sering melonjak saat pasar tertekan, dan periode yang tenang tidak berarti pergerakan besar tidak bisa terjadi.

Contoh (angka hipotetis)

Misalkan Saham X memiliki standar deviasi imbal hasil harian 1,5%, sedangkan Koin A 4%.

Volatilitas tahunan Saham X = 1,5% × √252 ≈ 1,5% × 15,87 ≈ 23,8%.

Volatilitas tahunan Koin A = 4% × √365 ≈ 4% × 19,10 ≈ 76,4%.

Imbal hasil Koin A berayun lebih dari 3 kali lebih lebar daripada Saham X, tetapi tidak satu pun dari kedua angka itu menunjukkan apakah harganya akan naik atau turun.

Kesalahan umum

  • Menganggap volatilitas tinggi sebagai prediksi bahwa harga akan turun.
  • Membandingkan angka volatilitas yang dihitung dengan periode atau frekuensi data yang berbeda.
  • Menganggap periode tenang belakangan ini berarti volatilitas akan tetap rendah.

Kalkulator terkait

Kamus istilah ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Contoh-contohnya menggunakan angka hipotetis.

Semua istilah