Laba Jindal Steel naik 21% secara tahunan menjadi Rs 771 crore pada Juli–September 2026, didukung oleh peningkatan penjualan baja dan pendapatan bruto konsolidasian yang mencapai rekor. Hasil yang diumumkan pada 23 Oktober menunjukkan pendapatan bruto meningkat 44% menjadi Rs 19.448 crore, sementara utang bersih turun dibandingkan akhir Juni.
Hal-Hal Utama
- Pendapatan bruto mencapai rekor, tumbuh lebih cepat daripada laba konsolidasian.
- Volume baja yang lebih tinggi dan perubahan bauran produk mendukung laba operasional.
- Utang bersih dan leverage menurun meskipun belanja modal kuartalan mencapai Rs 1.228 crore.
Daftar Isi
- Laba Jindal Steel membaik, tetapi saham ditutup melemah
- Volume penjualan yang lebih tinggi disertai bauran produk yang lebih kuat
- Utang turun di tengah berlanjutnya belanja modal
- Kesimpulan
Laba Jindal Steel membaik, tetapi saham ditutup melemah
Hasil kuartal kedua tahun fiskal 2026–27 menunjukkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan naik 33% secara tahunan menjadi Rs 2.504 crore. Angka tersebut melampaui kenaikan 21% pada laba konsolidasian, tetapi tertinggal dari pertumbuhan pendapatan bruto sebesar 44%.
Laba dan pendapatan sama-sama melampaui estimasi analis. Kinerja laba yang lebih baik dari perkiraan tidak diikuti oleh kenaikan harga saham saat penutupan: Jindal Steel mengakhiri perdagangan pada 23 Oktober di Rs 1.012 di BSE, turun 1,7% dari penutupan sebelumnya. Perusahaan merilis hasilnya selama jam perdagangan pasar.
| Pos | Detail |
|---|---|
| EBITDA disesuaikan per ton | Rs 10.529 pada Juli–September 2026, dibandingkan Rs 10.010 setahun sebelumnya. |
| Utang bersih konsolidasian | Rs 14.786 crore pada akhir September, dibandingkan Rs 15.927 crore pada akhir Juni. |
| Rasio utang bersih terhadap EBITDA | 1,51 kali pada akhir September, turun dari 1,71 kali pada akhir Juni. |
| Belanja modal kuartalan | Rs 1.228 crore. |
Volume penjualan yang lebih tinggi disertai bauran produk yang lebih kuat
Produksi baja konsolidasian meningkat menjadi 2,4 juta ton dari 2 juta ton setahun sebelumnya, atau naik 20%. Penjualan tumbuh lebih cepat, mencapai 2,38 juta ton dari 1,87 juta ton, atau sekitar 27%.
Perusahaan menyatakan bahwa produk datar mencakup porsi penjualan yang lebih besar, sementara tulangan baja yang diproses secara termo-mekanis menyumbang porsi yang lebih kecil dalam bauran produk panjangnya. Perusahaan mengaitkan pergeseran tersebut dengan kenaikan harga jual rata-rata.
Rangkaian produk tulangan baja TMT Jindal Panther milik Jindal Steel memberi konteks untuk kategori terakhir tersebut: tulangan ini digunakan dalam struktur beton pada konstruksi perumahan, komersial, dan infrastruktur. Deskripsi produk tersebut menjelaskan penerapannya, bukan kinerja penjualan pada kuartal ini.
Utang turun di tengah berlanjutnya belanja modal
Utang bersih konsolidasian turun sebesar Rs 1.141 crore selama kuartal tersebut. Rasio utang bersih terhadap EBITDA juga menurun, yang menunjukkan leverage lebih rendah berdasarkan ukuran yang dilaporkan perusahaan.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan berlanjutnya belanja modal. Perbandingan neraca ini menggunakan posisi pada akhir Juni 2026, berbeda dengan perbandingan tahunan yang digunakan untuk laba, pendapatan, dan volume baja.
Kesimpulan
Laba Jindal Steel mencerminkan kombinasi volume yang lebih tinggi dan laba operasional per ton yang membaik, disertai utang yang lebih rendah. Hasil kuartal berikutnya akan menjadi pembanding untuk melihat apakah perbaikan operasional dan neraca tersebut berlanjut.
Baca Berita Lainnya
Penafian
Artikel FinanceVelix ini menyajikan informasi umum, bukan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau pajak yang dipersonalisasi. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi mengandung risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia saat diterbitkan dan dapat berubah. Periksa informasi penting secara mandiri dan konsultasikan dengan tenaga profesional yang berkualifikasi bila diperlukan. Penyebutan aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan dukungan atau rekomendasi.




