Hasil divarasib yang diumumkan Roche pada 25 Oktober 2026 menunjukkan bahwa pengobatan kanker paru eksperimentalnya memperpanjang median kelangsungan hidup keseluruhan menjadi 17,7 bulan, dibandingkan 12,0 bulan untuk sotorasib atau adagrasib. Temuan fase III Krascendo 1 memperkuat bukti yang mendukung portofolio obat onkologi Roche, tetapi divarasib masih dalam tahap investigasi.
Poin-Poin Utama
- Median kelangsungan hidup keseluruhan meningkat 5,7 bulan pada kanker paru dengan mutasi KRAS G12C yang telah diobati sebelumnya.
- Uji coba ini juga menunjukkan kelangsungan hidup bebas progresi yang lebih lama, tanpa adanya sinyal keamanan baru yang dilaporkan.
- Roche bekerja sama dengan otoritas kesehatan dan menguji divarasib dalam pengaturan pengobatan tambahan.
Daftar Isi
- Hasil divarasib membuktikan manfaat kelangsungan hidup dalam perbandingan langsung
- Temuan keamanan mendukung data efikasi
- Upaya regulasi dan uji coba yang lebih luas masih harus dijalankan
- Kesimpulan
Hasil divarasib membuktikan manfaat kelangsungan hidup dalam perbandingan langsung
Roche dalam pengumuman uji fase III Krascendo 1 menjelaskan bahwa penelitian acak terbuka ini melibatkan 338 orang dewasa dengan kanker paru non-sel kecil stadium lanjut atau metastatik yang telah diobati sebelumnya dan membawa mutasi KRAS G12C. Peserta menerima divarasib saja atau salah satu dari dua penghambat KRAS G12C yang telah tersedia, yaitu sotorasib atau adagrasib.
Pada analisis utama, divarasib mengurangi risiko kematian sebesar 44% dibandingkan kelompok kontrol. Rasio hazard kelangsungan hidup keseluruhan adalah 0,56, dengan interval kepercayaan 95% sebesar 0,41–0,78 dan nilai p 0,0005. Selisih median kelangsungan hidup sebesar 5,7 bulan menggambarkan kelompok-kelompok dalam uji coba, bukan manfaat yang dijamin bagi setiap pasien.
Median kelangsungan hidup bebas progresi—waktu sebelum penyakit berkembang atau kematian—adalah 9,8 bulan dengan divarasib, dibandingkan 5,7 bulan dengan pengobatan pembanding. Menurut Roche, penelitian ini mencapai titik akhir primer dan titik akhir sekunder utama.
Temuan tersebut dipresentasikan di Kongres European Society for Medical Oncology 2026 dan diterbitkan secara bersamaan di The New England Journal of Medicine.
| Indikator | Rincian |
|---|---|
| Tingkat respons objektif terkonfirmasi | 58% dengan divarasib dibandingkan 32% dengan pengobatan kontrol. |
| Median durasi respons | 11,9 bulan dibandingkan 6,9 bulan pada pasien yang merespons. |
| Penghentian pengobatan terkait terapi | 4,8% dibandingkan 11,7%. |
| Kejadian tidak diinginkan serius terkait pengobatan | 7,8% dibandingkan 15,2%. |
Temuan keamanan mendukung data efikasi
Roche melaporkan tidak ada sinyal keamanan baru. Kejadian tidak diinginkan terkait pengobatan yang paling umum mencakup masalah pencernaan, seperti diare, mual, dan muntah, serta toksisitas hati. Perusahaan menyebut sebagian besar kejadian terkait pengobatan berderajat rendah dan dapat ditangani.
Penghentian pengobatan dan kejadian tidak diinginkan serius yang terkait pengobatan lebih jarang terjadi dengan divarasib, meskipun pasien menjalani pengobatan lebih lama: 11,3 bulan dibandingkan 5,0 bulan pada kelompok kontrol.
Temuan respons juga mengunggulkan divarasib. Perhitungan tingkat respons tidak mencakup sepuluh peserta yang tidak memiliki penyakit terukur pada awal penelitian, sementara durasi respons hanya dinilai pada pasien yang memberikan respons.
Upaya regulasi dan uji coba yang lebih luas masih harus dijalankan
Perbandingan langsung dengan obat-obatan bertarget yang telah tersedia menjadikan hasil ini perkembangan penting bagi portofolio obat kanker paru Roche. Namun, temuan positif fase III tidak dengan sendirinya merupakan persetujuan regulator atau memastikan penjualan pada masa mendatang.
Chief Medical Officer Roche, Levi Garraway, mengatakan bahwa perusahaan bekerja sama erat dengan otoritas kesehatan untuk menghadirkan pengobatan ini bagi pasien. Pengumuman tersebut tidak memberikan jadwal persetujuan.
Program fase III Roche yang lebih luas mencakup Krascendo 2, yang menguji divarasib bersama pembrolizumab pada penyakit stadium lanjut yang belum pernah diobati, dan Krascendo 3, yang mengevaluasi divarasib setelah operasi dan pengobatan standar pada penyakit stadium lebih awal. Penelitian-penelitian tersebut mencakup kelompok pasien yang berbeda dari Krascendo 1.
Kesimpulan
Hasil divarasib memberikan bukti kelangsungan hidup yang lebih lama dibandingkan dengan penghambat KRAS G12C yang telah tersedia pada kanker paru yang sebelumnya telah diobati. Upaya Roche bersama otoritas kesehatan dan penelitian fase III yang sedang berlangsung merupakan perkembangan berikutnya yang perlu dicermati; perusahaan belum mengumumkan jadwal persetujuan.
Baca Berita Lainnya
Berita lainnya dari FinanceVelix
Penafian
Artikel FinanceVelix ini menyediakan informasi umum, bukan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau pajak yang disesuaikan untuk individu. Harga pasar, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat berubah; investasi mengandung risiko kerugian. Fakta mencerminkan materi yang tersedia saat diterbitkan dan dapat berubah. Periksa informasi penting secara mandiri dan konsultasikan dengan profesional yang kompeten bila diperlukan. Penyebutan aset, perusahaan, atau layanan bukan merupakan dukungan.




